Tafsir Surah Al-Fatihah: Surah yang Paling Mulia di Dalam Al-Qur’anul Karim
Diluar sana mungkin masih banyak kaum muslimin yang belum bisa membaca Al-Qur’anul Karim, namun meski pun begitu banyak diantara mereka begitu hafal dengan surah ini, mereka sangat lancar melantukan surah ini. Inilah Alfatihah, surah yang begitu lekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Ilyasnandar.online – Sebagai seorang muslim tentu saja kita sangat mengenal surah Al-Fatihah atau yang biasa disebut sebagai ummul qur’an (Induk Al-Qur’an). Hal ini dikarenakan seorang muslim setidaknya selalu membaca surah ini minimal sebanyak 17 kali dalam satu hari, yakni ketika sedang melaksanakan shalat fardhu (Shalat wajib). Maka tidaklah heran jika surah ini menjadi salah satu surah yang paling dikenal oleh kaum muslimin.
Diluar sana mungkin
masih banyak kaum muslimin yang belum bisa membaca Al-Qur’anul Karim, namun
meski pun begitu banyak diantara mereka begitu hafal dengan surah ini, mereka
sangat lancar melantukan surah ini. Inilah Alfatihah, surah yang begitu lekat
dengan kehidupan kita sehari-hari.
Dalam tulisan kali ini,
saya in shaa Allah ingin sedikit
membahas tentang surah yang begitu agung ini, semoga Allah memudahkan niat saya
ini dan juga saya ingin mengajak semua pembaca Ilyasnandar.online dimanapun anda berada untuk mentadaburi ayat
demi ayat yang terkandung di dalam surah ini.
Allah azza wa jalla, berfirman:
{بسم الله الرحمن الرحيم (1) الحمد لله رب العالمين (2) الرحمن
الرحيم (3) مالك يوم الدين (4) إياك نعبد وإياك نستعين (5) اهدنا الصراط المستقيم
(6) صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين (7)} [الفاتحة : 1-7]
Artinya:
(1) Dengan menyebut
nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah,
Tuhan semesta alam. (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (4) Yang menguasai di
Hari Pembalasan. (5) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada
Engkaulah kami meminta pertolongan. (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) (yaitu)
Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Ayat diatas merupakan
ayat-ayat Allah yang sangat agung dan bisa dikatakan sebagai surah yang paling
mulia hal ini sebagaimana tertera dalam hadits shahih di bawah ini:
Abu Sa’id Rafi’ bin Al Mu’alla radhiyallahu ‘anhu
berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku,
أَلاَ أُعَلِّمُكَ
أَعْظَمَ سُورَةٍ فِى الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ » . فَأَخَذَ
بِيَدِى فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ
قُلْتَ لأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ . قَالَ ( الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) هِىَ السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْآنُ
الْعَظِيمُ الَّذِى أُوتِيتُهُ »
“Maukah aku ajarkan engkau surat yang paling mulia dalam Al Qur’an sebelum engkau keluar masjid?”
Lalu beliau memegang tanganku, maka ketika kami
hendak keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan,
“Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al Qur’an?”
Beliau menjawab, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta
alam) dan Al Qur’an Al ‘Azhim (Al Qur’an yang mulia) yang telah diberikan
kepadaku.” (HR. Bukhari No. 5006)
Setelah kita memahami bahwa surah Alfatihah merupakan surah yang paling mulia di dalam Al-Qur’anul Karim, maka penulis ingin mengajak semua pembaca ilyasnandar.online untuk mendalami dan memahami tafsir dari ayat-ayat mulia ini. Kali ini saya akan mengutip tafsir dari kitab Tafsir Jalalayn agar terhindar dari menafsirkan ayat Allah tanpa ilmu pengetahuan. Maka mari kita amati dengan seksama tafsir dari kitab tafsir Jalalayn terkait surah ini:
Ayat
1:
بسم الله الرحمن الرحيم
Artinya: “Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
Tafsir: (Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).
Ayat 2:
الحمد
لله رب العالمين
Artinya: Segala puji
bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Tafsir: (Segala puji bagi Allah) Lafal ayat ini merupakan kalimat berita, dimaksud sebagai ungkapan pujian kepada Allah berikut pengertian yang terkandung di dalamnya, yaitu bahwa Allah Taala adalah yang memiliki semua pujian yang diungkapkan oleh semua hamba-Nya. Atau makna yang dimaksud ialah bahwa Allah Taala itu adalah Zat yang harus mereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Zat yang berhak untuk disembah. (Tuhan semesta alam) artinya Allah adalah yang memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan lain-lainnya. Masing-masing mereka disebut alam. Oleh karenanya ada alam manusia, alam jin dan lain sebagainya. Lafal 'al-`aalamiin' merupakan bentuk jamak dari lafal '`aalam', yaitu dengan memakai huruf ya dan huruf nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu atas yang lainnya. Kata 'aalam berasal dari kata `alaamah (tanda) mengingat ia adalah tanda bagi adanya yang menciptakannya
Ayat
3:
الرحمن
الرحيم
Artinya: Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang.
Tafsir: (Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang) yaitu yang mempunyai rahmat. Rahmat ialah menghendaki
kebaikan bagi orang yang menerimanya
Ayat
4
مالك
يوم الدين
Artinya: Yang menguasai
di Hari Pembalasan.
Tafsir: (Yang menguasai
hari pembalasan) di hari kiamat kelak. Lafal 'yaumuddiin' disebutkan secara
khusus, karena di hari itu tiada seorang pun yang mempunyai kekuasaan, kecuali
hanya Allah Taala semata, sesuai dengan firman Allah Taala yang menyatakan,
"Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini (hari kiamat)? Kepunyaan Allah
Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." (Q.S. Al-Mukmin 16) Bagi orang yang
membacanya 'maaliki' maknanya menjadi "Dia Yang memiliki semua perkara di
hari kiamat". Atau Dia adalah Zat yang memiliki sifat ini secara kekal,
perihalnya sama dengan sifat-sifat-Nya yang lain, yaitu seperti 'ghaafiruz
dzanbi' (Yang mengampuni dosa-dosa). Dengan demikian maka lafal 'maaliki
yaumiddiin' ini sah menjadi sifat bagi Allah, karena sudah ma`rifah (dikenal).
Ayat
5
إياك
نعبد وإياك نستعين
Artinya: Hanya
Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta
pertolongan.
Tafsir: (Hanya
Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan)
Artinya kami beribadah hanya kepada-Mu, seperti mengesakan dan lain-lainnya,
dan kami memohon pertolongan hanya kepada-Mu dalam menghadapi semua hamba-Mu
dan lain-lainnya.
Ayat
6
اهدنا
الصراط المستقيم
Artinya: Tunjukilah
kami jalan yang lurus,
Tafsir: (Tunjukilah
kami ke jalan yang lurus) Artinya bimbinglah kami ke jalan yang lurus, kemudian
dijelaskan pada ayat berikutnya, yaitu:
Ayat
7
صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين
Artinya: (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau
beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula
jalan) mereka yang sesat.
Tafsir: (Jalan
orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka), yaitu melalui
petunjuk dan hidayah-Mu. Kemudian diperjelas lagi maknanya oleh ayat berikut:
(Bukan (jalan) mereka yang dimurkai) Yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi.
(Dan bukan pula) dan selain (mereka yang sesat.) Yang dimaksud adalah
orang-orang Kristen. Faedah adanya penjelasan tersebut tadi mempunyai
pengertian bahwa orang-orang yang mendapat hidayah itu bukanlah orang-orang
Yahudi dan bukan pula orang-orang Kristen. Hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui
dan hanya kepada-Nyalah dikembalikan segala sesuatu. Semoga selawat dan
salam-Nya dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. beserta keluarga
dan para sahabatnya, selawat dan salam yang banyak untuk selamanya. Cukuplah
bagi kita Allah sebagai penolong dan Dialah sebaik-baik penolong. Tiada daya dan
tiada kekuatan melainkan hanya berkat pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi
Maha Besar.
Itulah tafsir surah
Alfatihah menurut kitab Tafsir Jalalayn yang sudah cukup dikenal oleh banyak
kaum muslimin di seluruh dunia. Dan semoga dengan mempelajari tafsir dari
surah Alfatihah ini membuat kita semakin memahami ayat ini, mampu
mentadaburinya, mengamalkannya dan juga mendakwahkannya kepada orang-orang yang
kita sayangi.
Semoga tulisan singkat saya kali ini dapat bermanfaat untuk semua pembaca ilyasnandar.online semuanya. Dan jika anda merasa tulisan ini bermanfaat silahkan untuk share tulisan ini sebanyak-banyaknya, semoga bisa menjadi amal jariyyah kita bersama-sama. Amin Yaa Rabbal ‘Alamin. (INR)

Tidak ada komentar: