Sudahkah Anda Mengenal dan Mengamalkan Shalat Sunnah Rawatib?
Malaksanakan shalat merupakan bentuk ketundukan kita kepada Allah azza wa jalla dan I’tiba’ kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Semua itu kita lakukan hanyalah untuk mencari ridha Allah azza wa jalla agar kita dapat meraih jannah-Nya dan terhindar dari neraka-Nya.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Ilyasnandar.online – Ibadah shalat adalah ibadah yang sangat
agung yang disyariatkan oleh Allah azza wa jalla melalui
Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wassalam. Sebagai seorang muslim kita
pun diwajibkan untuk setiap harinya melaksanakan shalat lima waktu dengan total
17 raka’at dalam sehari. Hal itu sudah menjadi kewajiban pokok
bagi seorang muslim yang tidak boleh ditinggakan dengan alasan apapun.
Malaksanakan shalat merupakan bentuk ketundukan kita kepada Allah azza wa jalla dan I’tiba’ kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Semua itu kita lakukan hanyalah untuk mencari ridha Allah azza wa jalla agar kita dapat meraih jannah-Nya dan terhindar dari neraka-Nya.
Namun, perlu diingat bahwa yang menyebabkan kita masuk ke surga
adalah bukan karena amalan kita akan tetapi itu semua adalah karena rahmat dan
karunia Allah azza wa jalla. Hal ini sebagaimana tercantum
dalam nash berikut ini:
Dalam Al-Qur’anul Karim, Allah azza
wa jalla, berfirman:
سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا
كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ
وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ
الْعَظِيمِ
“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu
dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia
Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai
karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)
Juga dalam hadits shahih berikut ini:
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ
اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ
أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ
« لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan
memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai
Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak.
Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no.
5673 dan Muslim no. 2816)
Sesungguhnya dari kedua nash diatas telah di jelaskan bahwa amalan
itu bukanlah yang menyebabkan kita masuk surga, namun semua adalah kehendak,
karunia dan rahmat dari-Nya azza wa jalla. Namun, terdapat pula
ayat-ayat Allah yang mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam jannah diperlukan
amal shalih. Hal ini sesuai dengan nash di bawah ini:
Allah azza wa jalla, berfirman:
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu
kerjakan” (QS. An-Nahl: 32)
Juga, firman-Nya:
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ
تَعْمَلُونَ
“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal
yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)
Dalam keterangan diatas bukan berarti menunjukan bahwa ayat Allah
satu dengan yang lainnya bertentangan. Akan tetapi itu semua adalah ayat yang
saling terhubung. Yang dapat diartikan bahwa dengan amal shalih kita akan
meraih jannah, in shaa Allah. Akan tetapi mengamalkan
amal shalih itu juga tidak lah mudah. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan
untuk mengamalkan sebuah amalan shalih. Seperti saja misalnya ilmu terkait
amalan tersebut, ke-ikhlasan, istiqomah dan I’tiba kepada
Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam. Semua aspe itu tidak akan mudah
kita dapatkan kecuali dengan rahmat, karunia, hidayah dan taufiq dari-Nya azza
wa jalla. Sehingga bisa kita simpulkan hanya orang-orang yang Allah karunia
dan rahmati saja yang mudah mengamalkan amal shalih, sehingga dengan sebab itu
membuat ia masuk ke dalam jannah-Nya.
Hal ini sebagaimana penejelasan dari Syekh Ismail Haqqi di dalam
Tafsir Ruh al-Bayan menyebutkan bahwa penegasan “seseorang tidak masuk
surga karena amalnya, tetapi rahmat Allah SWT”, tidak bertujuan untuk
menunjukkan amal tidak penting atau semacamnya, namun ini dilakukan dalam
rangka mewanti-wanti seseorang agar tidak terperdaya dengan amal ibadah hingga
membuatnya melupakan peran Allah subhanahu wa Ta’ala, bahwa
amal itu dapat dilakukan dan sempurna hanya karena rahmat-Nya. [1]
Dari penjelasan diatas telah jelas kepada kita bahwa sesungguhnya
amal shalih juga merupakan hal yang penting yang dapat meraih ridha, rahmat dan
karunia-Nya azza wa jalla. Berangkat dari hal tersebut, maka
penulis ingin mengajak kepada semua pembaca Ilyasnandar.online dimana saja anda
berada untuk bersama-sama memperbanyak amal shalih guna meraih ridha
Allah azza wa jalla. Salah satu diantara amal shalih yang berkaitan
dengan ibadah shalat adalah melaksanakan shalat tathowwu’ atau
shalat sunnah dimana shalat sunnah sendiri merupakan shalat
yang tentunya di cintai Allah sebagaimana dalam hadits shahih berikut ini:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ
“Ketahuilah, sebaik-baik amalan bagi kalian adalah shalat.” (HR. Ibnu Majah no. 277, Ad Darimi no. 655 dan Ahmad (5/282), dari Tsauban, Shahih).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ
أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ
وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ
كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا
قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ
أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ
عَلَى ذَاكُمْ
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari
manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian
Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala
sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki
kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang
sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah
kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat
sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang
ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu
Dawud no. 84)
Meskipun begitu, shalat sunnah sendiri ada berbagai macam. Namun
dalam kesempatan kali ini penulis hanya ingin membahas tentang shalat rawatib
saja, in shaa Allah dalam kesempatan lainnya penulis akan
membuat artikel terkait shalat sunnah yang lain, in shaa Allah.
Mengenal Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dilaksanakan seusai atau
sebelum shalat fardhu yang jumlahnya 2 rakaat pada setiap shalatnya. Kemudian
shalat sunnah ini sebaiknya dilaksanakan sebanyak 12 kali sebagaimana telah
ditentukan dengan dalil-dalil nash sebagaimana di bawah ini:
Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ
لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam
sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah
rumah di surga.” (HR. Muslim no.728).
Kapankah waktu pelaksanaannya?
Shalat sunnah rawatib telah ditentukan secara syariat perihal
waktu pelaksanannya, dan ini sebagaimana tercantum dalam shahih hadits berikut
ini:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ
بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ
وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ
بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam
sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas
raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at
sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua
raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidizi no. 414).
Kesimpulan
Dari semua penjelasan di atas maka kita telah mengetahu bagaimana amal shalih dapat meningkatkan rahmat dan karunia Allah, dengan rahmat dan karunia Allah maka in shaa Allah dapat membuat kita masuk ke dalam jannah-Nya. Salah satu diantara amal shalih yang utama adalah melaksanakan shalat rawatib 12 rakaat yang waktunya telah ditentukan sesuai dengan dalil syar’I yang sudah penulis kutip diatas. Maka dari itu setelah kita mempelajari dan mengenal terkait shalat sunnah ini, marilah kita bersama-sama mengamalkannya dan megajak orang-orang yang kita sayangi untuk melaksanakan amalan mulia ini.
Semoga sedikit dari tulisan saya ini dapat bermanfaat, dan saya
berharap anda semua mau membagikan tulisan ini jika merasa tulisan ini
bermanfaat agar semakin banyak orang yang meraih hidayah Allah dan juga saya
berdoa kepada Allah azza wa jalla semoga dengan anda men-share
tulisan ini dapat menjadi ladang amal jariyyah untuk kita bersama-sama.
Barakallahu fiikum. (INR)
واخر دعوانا والحمد لله رب العالمين
[1]

Tidak ada komentar: