Wajib Baca!

Sudahkah Anda Mengenal dan Mengamalkan Shalat Sunnah Rawatib?


Malaksanakan shalat merupakan bentuk ketundukan kita kepada Allah azza wa jalla dan I’tiba’ kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Semua itu kita lakukan hanyalah untuk mencari ridha Allah azza wa jalla agar kita dapat meraih jannah-Nya dan terhindar dari neraka-Nya.


الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ



Baca ini terlebih dahulu https://www.ilyasnandar.online/p/copyright-hak-cipta.html sebelum melakukan copy dan paste.


Ilyasnandar.online – Ibadah shalat adalah ibadah yang sangat agung yang disyariatkan oleh Allah azza wa jalla melalui Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wassalam. Sebagai seorang muslim kita pun diwajibkan untuk setiap harinya melaksanakan shalat lima waktu dengan total 17 raka’at dalam sehari. Hal itu sudah menjadi kewajiban pokok bagi seorang muslim yang tidak boleh ditinggakan dengan alasan apapun.


Malaksanakan shalat merupakan bentuk ketundukan kita kepada Allah azza wa jalla dan I’tiba’ kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Semua itu kita lakukan hanyalah untuk mencari ridha Allah azza wa jalla agar kita dapat meraih jannah-Nya dan terhindar dari neraka-Nya.


Namun, perlu diingat bahwa yang menyebabkan kita masuk ke surga adalah bukan karena amalan kita akan tetapi itu semua adalah karena rahmat dan karunia Allah azza wa jalla. Hal ini sebagaimana tercantum dalam nash berikut ini:

 

Dalam Al-Qur’anul Karim, Allah azza wa jalla, berfirman:

 

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

 

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)

 

Juga dalam hadits shahih berikut ini:

 

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

 

Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

 

Sesungguhnya dari kedua nash diatas telah di jelaskan bahwa amalan itu bukanlah yang menyebabkan kita masuk surga, namun semua adalah kehendak, karunia dan rahmat dari-Nya azza wa jalla. Namun, terdapat pula ayat-ayat Allah yang mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam jannah diperlukan amal shalih. Hal ini sesuai dengan nash di bawah ini:

 

Allah azza wa jalla, berfirman:

 

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl: 32)

 

Juga, firman-Nya:


وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)

 

Dalam keterangan diatas bukan berarti menunjukan bahwa ayat Allah satu dengan yang lainnya bertentangan. Akan tetapi itu semua adalah ayat yang saling terhubung. Yang dapat diartikan bahwa dengan amal shalih kita akan meraih jannahin shaa Allah. Akan tetapi mengamalkan amal shalih itu juga tidak lah mudah. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan untuk mengamalkan sebuah amalan shalih. Seperti saja misalnya ilmu terkait amalan tersebut, ke-ikhlasan, istiqomah dan I’tiba kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam. Semua aspe itu tidak akan mudah kita dapatkan kecuali dengan rahmat, karunia, hidayah dan taufiq dari-Nya azza wa jalla. Sehingga bisa kita simpulkan hanya orang-orang yang Allah karunia dan rahmati saja yang mudah mengamalkan amal shalih, sehingga dengan sebab itu membuat ia masuk ke dalam jannah-Nya.

 

Hal ini sebagaimana penejelasan dari Syekh Ismail Haqqi di dalam Tafsir Ruh al-Bayan menyebutkan bahwa penegasan “seseorang tidak masuk surga karena amalnya, tetapi rahmat Allah SWT”, tidak bertujuan untuk menunjukkan amal tidak penting atau semacamnya, namun ini dilakukan dalam rangka mewanti-wanti seseorang agar tidak terperdaya dengan amal ibadah hingga membuatnya melupakan peran Allah subhanahu wa Ta’ala, bahwa amal itu dapat dilakukan dan sempurna hanya karena rahmat-Nya. [1]

 

Dari penjelasan diatas telah jelas kepada kita bahwa sesungguhnya amal shalih juga merupakan hal yang penting yang dapat meraih ridha, rahmat dan karunia-Nya azza wa jalla. Berangkat dari hal tersebut, maka penulis ingin mengajak kepada semua pembaca Ilyasnandar.online dimana saja anda berada untuk bersama-sama memperbanyak amal shalih guna meraih ridha Allah azza wa jalla. Salah satu diantara amal shalih yang berkaitan dengan ibadah shalat adalah melaksanakan shalat tathowwu’ atau shalat sunnah dimana shalat sunnah sendiri merupakan shalat yang tentunya di cintai Allah sebagaimana dalam hadits shahih berikut ini:

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ

 

“Ketahuilah, sebaik-baik amalan bagi kalian adalah shalat.” (HR. Ibnu Majah no. 277, Ad Darimi no. 655 dan Ahmad (5/282), dari Tsauban, Shahih).

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

 

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Dawud no. 84)

 

Meskipun begitu, shalat sunnah sendiri ada berbagai macam. Namun dalam kesempatan kali ini penulis hanya ingin membahas tentang shalat rawatib saja, in shaa Allah dalam kesempatan lainnya penulis akan membuat artikel terkait shalat sunnah yang lain, in shaa Allah.

 

Mengenal Shalat Sunnah Rawatib

 

Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dilaksanakan seusai atau sebelum shalat fardhu yang jumlahnya 2 rakaat pada setiap shalatnya. Kemudian shalat sunnah ini sebaiknya dilaksanakan sebanyak 12 kali sebagaimana telah ditentukan  dengan dalil-dalil nash sebagaimana di bawah ini:

 

Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

« مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

 

“Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no.728).

 

Kapankah waktu pelaksanaannya?

 

Shalat sunnah rawatib telah ditentukan secara syariat perihal waktu pelaksanannya, dan ini sebagaimana tercantum dalam shahih hadits berikut ini:

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

 

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidizi no. 414).

 

Kesimpulan


Dari semua penjelasan di atas maka kita telah mengetahu bagaimana amal shalih dapat meningkatkan rahmat dan karunia Allah, dengan rahmat dan karunia Allah maka in shaa Allah dapat membuat kita masuk ke dalam jannah-Nya. Salah satu diantara amal shalih yang utama adalah melaksanakan shalat rawatib 12 rakaat yang waktunya telah ditentukan sesuai dengan dalil syar’I yang sudah penulis kutip diatas. Maka dari itu setelah kita mempelajari dan mengenal terkait shalat sunnah ini, marilah kita bersama-sama mengamalkannya dan megajak orang-orang yang kita sayangi untuk melaksanakan amalan mulia ini.

Semoga sedikit dari tulisan saya ini dapat bermanfaat, dan saya berharap anda semua mau membagikan tulisan ini jika merasa tulisan ini bermanfaat agar semakin banyak orang yang meraih hidayah Allah dan juga saya berdoa kepada Allah azza wa jalla semoga dengan anda men-share tulisan ini dapat menjadi ladang amal jariyyah untuk kita bersama-sama.

Barakallahu fiikum. (INR)


واخر دعوانا والحمد لله رب العالمين




[1]  https://islami.co/surat-ali-imran-ayat-132-mendapatkan-rahmat-allah/

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.