Wajib Baca!

Inilah Tujuan Allah Azza wa Jalla Menciptakan Umat Manusia

 



Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).


الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ



Baca ini terlebih dahulu https://www.ilyasnandar.online/p/copyright-hak-cipta.html sebelum melakukan copy dan paste.

Ilyasnandar.online - Sesungguhnya hari ini banyak diantara manusia yang bertanya-tanya tentang apakah tujuan Allah mencipatakan manusia. Dan sesungguhnya banyak pula diantara manusia yang terjerumus akan jawaban-jawaban yang salah yang muncul dari pemikiran-pemikiran mereka sendiri yang keliru. Sehingga dari kekeliruan berpikir itulah banyak diantara mereka menyimpang dari pemahaman yang benar.


Terkait penciptaan manusia sesungguhnya Allah telah menerangkan secara jelas dalam Al-Qur'anul Karim sebagaimana kutipan ayat di bawah ini:


Allah Ta’ala berfirman,


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)


Dari ayat diatas Allah mengabarkan kepada kita tentang tujuan sebenarnya Allah menciptakan kita adalah agar kita beribadah kepada-Nya dan men-tauhidkan-Nya. Maka sungguh keliru jika kita beranggapan bahwa pencipataan manusia adalah hal yang sia-sia belaka atau tanpa tujuan


Allah Ta’ala berfirman,


أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ


“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).


Dan, firman-Nya azza wa jalla:


أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى


“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36).


Akan tetapi kita tidak boleh mengatakan bahwa, "Jika Allah menciptakan manusia dengan tujuan agar manusia menyembah Allah, maka Allah membuatuhkan manusia untuk disembah. Allah butuh disembah." Dan segala perkataan serupa lainnya. Dalam hal ini perlu penulis sampaikan kepada semua pembaca ilyasnandar.online dimana pun anda berada bahwa sesungguhnya Allah tidaklah membutuhkan kita. Allah tidaklah membutuhkan manusia. Allah tetaplah Maha Besar bahkan jika tidak ada seorang pun di dunia ini yang menyembah-Nya.


Allah Ta’ala berfirman,


يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ


“Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)


Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman,


يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا


“Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.” (HR. Muslim No. 2577)


Dari kedua nash diatas dijelaskan bahwa manusia-lah yang membutuhkan Allah. Manusia-lah yang harusnya mengharpkan ridha Allah. Dengan beribadah kepada Allah kita mengharap ridha-Nya, dengan ridha-Nya lah kita insyaaAllah bisa memasuki jannah-Nya, biidznillah.


Kemudian, Allah Ta’ala juga berfirman,


مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)


“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)


Allah azza wa jalla, berfriman:


اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍاِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِۙ


"Sesungguhnya manusia (berada dalam) kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal shalih." (Q.S Al-Ashr : 2-3)


Dalam ayat diatas Allah juga telah menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia itu, semua manusia itu pada awalnya berada dalam kerugian. Kecuali jika mereka mau BERIMAN dan juga BERAMAL SHALIH. Maka dengan kita beriman kepada Allah dan juga berusaha melakukan amal shalih sebanyak-banyaknya maka insyaaAllah kita bukanlah termasuk dari golongan manusia yang merugi.


Dari ayat diatas sebagai seorang muslim tentu kita musti sadar bahwa ketika kita mati, maka hilang sudah kesempatan untuk menyembah dan beribadah kepada Allah. Dengan adanya fakta tersebut, maka sebaiknya kita melakukan hal yang sebaik-baiknya di dunia ini, berlomba-lomba dalam kebaikan guna menggapai ridha Allah azza wa jalla.


Allah azza wa jalla, berfirman:


جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ


"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." (Q.S Al-Bayinah : 8)


Serta, firman-Nya subhanahu wa ta'ala:


سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ


“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid : 21)


Demikian tulisan ini saya buat untuk mengajak semua pembaca ilyasnandar.online untuk kembali kepada pemahaman yang benar sesuai dengan aqidah Ahlussunah wal Jama'ah tentunya dengan pemahaman dari Salaful Shalih.


Semoga tulisan ini bermanfaat untuk antum semua dan apabila antum merasa bahwa tulisan ini bermanfaat silahkan untuk share tulisan ini sebanyak-banyaknya. Semoga bisa menjadi amal jariyyah bersama-sama.


Barakallahu fiikum wa jazakumullahu khairan katsiran. (INR)


واخر دعوانا والحمد لله رب العالمين

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.